
Dia Untukku, Aku Untuknya...
Dia datang padaku. Dengan permisi tanpa pamit namun tetap di sini. Di hantarkan oleh malam kesekian dari hitungan hari di bulan Febuary .
Begitulah awalnya..
Mulailah aku bercerita..
Ini lebih dari sekedar catatan isi hati seorang wanita. Ini tentangku juga tentangnya. Ini tentang bahagiaku juga bahagianya. Ini tentang Pria dan Wanita. Sekalipun ini juga tentang cinta dan air matanya.. Banyak tanya yang harus ku jawab untuk hasil ini semua. Seperti halnya menanyakan padaku seolah Dunia ini hanya ada aku wanita sendiri, dan begitu banyak pilihan nama Pria, tapi kenapa justru aku memilih Dia? Sama juga kalo kita bertanya pada Dia, kenapa Dia memilih aku? Lalu kenapa tak kita sudahi saja semua pertanyaan ini dengan mendoakan bahwa Dia adalah jodohku dan aku adalah jodoh Dia? Kurasa itu terdengar lebih menyenangkan, ya kan?
Pernahkan kamu merasa yakin dengan seseorang dari pertama kenal sampai kamu benar-benar yakin padanya? Pernahkah kamu merasa yakin semampu kamu bisa yakin, ketika ada seseorang datang melamarmu? Dan aku belum pernah merasa seyakin ini. Itu semua karena Dia padaku. Ada semacam kumpulan perasaan bahagia seolah tak mau di jelaskan sepeti apa rasanya. Mungkin seperti inilah impian semua wanita, termasuk aku. Dan aku mengalaminya. Sekarang ini. Aku bahagia.. Dia lain bukan beda. Dia tak perlu waktu lama tuk mengenalku, namun mampu meyakinkanku.
Dia datang seperti doa di setiap bercandaku. Dia mirip seperti Pria harapku. Dia serius dalam bercandanya sekalipun bercanda menjadi serius baginya. Dia jarang memuji, sering kali tak acuh.. tapi dia menyayangiku, lebih. Dia jarang tertawa,apa lagi tersenyum, tetapi ketika dia tertawa dan tersenyum, bagiku dunia ini indah. pria ini manja sekali, manjanya membuat hatiku enggan menolak semua rengekkan manjanya.dia juga sering kali meledekku.. tapi dia mencintaiku, lebih. Bukankah Pria seperti Dia benar tentang cintanya padaku. Lalu bagaimana aku tak menolak tuk tak menerima Dia?
Kamu tahu, banyak yang harus di korbankan di sini, termasuk untuk keputusan paling berani dalam hidupku, sampai dengan hari ini. Jadi bagaimana? Apakah sekarang aku pantas mendapatkan bahagiaku? Dalam ingatanku, Dia adalah Lelaki Photograferku dan aku adalah Model wanitanya. Tak percaya aku sudah menjadi bagian dalam hatinya, menjadi sosok wanita yg amat disayangi dan dicintainya..jika suatu saat ia datang melamarku. jawaban yang akan kuberikan kepadanya adalah, aku mau,aku bersedia,iya... menjadi istrimu,sahabatmu,teman dalam suka atau dukamu, mendampingimu disaat kau terpuruk dan bahagia, menjadi satu-satunya tempatmu menyadarkan kepalamu di bahuku...aku mau ROY HASBY,priaku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar