Rabu, 16 Februari 2011


cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku..

“heh kamu..!! lelaki yang berdiri di situ!! aku tantang kamu.. tak sudi rasaku bila harus terus-terusan menunggu kesempurnaan cintamu untukku.. cukup kamu diam saja dan dengarkan aku…..!!” paksaku kasar dengan mengarahkan telunjuk ke arah muka polosnya..

“..lihat mereka yang udah lama berpacaran dan akhirnya memilih memutuskan cintanya.. jadi apa lagi yang kau tunggu.. cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku..”

“..masih bingung dengan model cincin ato bingung mo beli di mana.. aku tahu model dan tempatnya.. jadi apa lagi yang kau tunggu.. cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku..”emosiku mulai meradang melihatnya hanya bisa terdiam dan terus tersenyum padaku..

“..aku tak butuh mas kawin emas berlian. aku cuma butuh mas kawin hatimu sepaket.. tanpa ada niatan menggoda dan tergoda wanita lain.. jadi apa lagi yang kau tunggu.. cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku..” dan kali ini aku mulai berbicara dengan otot dan teriak-teriak ke arah mukanya. sementara dia masih saja tersenyum padaku..

“..aku terlalu puas menerima kamu apa adanya dan terlalu angkuh tuk tak mengakui betapa aku gila cintamu.. jadi apa lagi yang kau tunggu.. cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku..”

“..aku juga tak perlu adegan romantisato kata-kata romantis untuk kau melamarku.. jadi apa lagi yang kau tunggu.. cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku..” desak ku mulai tak ketulungan dan aku mule mengarahkan tamparan kecil ke pipi gembilnya tapi akhirnya berakhir menjadi usapan lembut..dan kecupan.

“cepat belilah cincin dan cepat lamarlah aku…………”

1 komentar: